Training Public Speaking | Memaksimalkan Gerakan Tubuh

Tag

, , , , , , , , ,

Training Public Speaking sering kali diadakan di berbagai lembaga. Hal ini dilakukan karena kita telah menyadari bahwa kemampuan public speaking sangat menunjang aktivitas apapun. Apakah itu di bidang akademik, profesional maupun perusahaan.

Training Public Speaking yang kerap dilaksanakan oleh beberapa lembaga diantaranya adalah membahas bagaimana memaksimalkan gerakan tubuh. Berbicara di depan umum yang bukan hanya sekadar berbicara melainkan memberikan power atau kekuatan yang lebih kepada pendengar. Oleh sebab itu salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menambah kekuatan dari apa yang kita sampaikan adalah dengan menambah gerakan-gerakan bagian tubuh tertentu.

Pada pembahasan cara presentaasi yang baik kali ini, kita akan memperlajari gerakan anggota tubuh yang pertama, yaitu gerakan tangan. Menggerakkan kedua tangan kita disaat menyampaikan materi yang akan disampaikan.

Tentu kebanyakan pendengar lebih menyukai seorang pembicara public speaking yang menggunakan kedua tangannya sebagai penambah kekuatan saat presentasi. Daripada para pembicara yang hanya meletakkan kedua tangannya diatas meja atau diam saja dengan gaya lainnya. Tangan yang digerakkan saat kita menyampaikan materi juga dapat menambah suasana menjadi lebih aktif dan menyenangkan. Tentunya gerakan tangan tersebut bukanlah gerakan tangan yang sembarangan.

Sesuaikan gerakan tangan dengan penjelasan yang disampaikan. Mengepakkan tangan, mengangkat bagian siku atau memajukan salah satu dari kedua tangan dapat kita lakukan dengan seimbang. Hal ini juga akan membantu pendengar untuk memahami apa yang tengah disampaikan. Harapannya dengan cara ini pula semangat pendengar tetap terjaga selama acara atau pelatihan public speaking.

Demikian penjelasan singkat mengenai memaksimalkan bagian anggota tubuh kita yaitu tangan. Selanjutnya akan ada pembahasan mengenai anggota tubuh lainnya. Untuk lebih jelasnya tentu akan kita bahas dalam kursus public speaking yang akan dilaksanakan dalam pertemuan rutin. Selamat belajar, selamat menikmati.

Pelatihan Public Speaking | Untuk Mahasiswa

Tag

, , , , , , , , , ,

Pelatihan Public Speaking diberikan kepada berbagai kalangan. Mulai kepada para guru, karyawan perusahaan, hingga calon pengusaha. Tak terlepas pelatihan public speaking juga diberikan untuk mahasiswa. Semua kita tahu, bahwa saat duduk di bangku kuliah seorang mahasiswa sangat sering mendapatkan kesempatan untuk tampil mempresentasikan hasil kerja kelompok atau penelitian. Hanya saja, apa yang sering kita jumpai saat tiba waktunya untuk presentasi? Iya, yang sering terjadi adalah saling tolak menolak bila diminta untuk menjadi pembicara utama.

Pelatihan Public Speaking yang diadakan belakangan ini untuk mahasiswa ternyata juga bukan hanya bermanfaat saat perkuliahan. Melainkan juga terdapat begitu banyak kesempatan yang membutuhkan keahlian public speaking. Diantaranya adalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres), Program Mahasiwa Wirausaha (PMW) serta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Semua kegiatan ini adalah free alias gratis yang diberikan kampus kepada mahasiswa yang berani aktif untuk mengambil kesempatan dan tantangan.

Tentu, program-program diatas tersebut membutuhkan keahlian public speaking. Karena hampir sebagian dari totalitas masing-masing kegiatan didominasi aktivitas menyampaikan gagasan di depan umum. Oleh sebab itu, public speaking untuk mahasiswa juga harus ditingkatkan. Lebih-lebih saat ini begitu banyak kita saksikan masih banyak yang takut dan grogi untuk tampil di depan umum.

Saya teringat ketika memberikan pelatihan public speaking di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sedikitnya 500 peserta lebih menghadiri acara yang dibuka oleh BapakΒ Anjar Nugroho, S.Ag., M.S.I selaku Wakil Rektor III tersebut. Setelah beberapa minggu kemudian salah seorang mahasiswa mengabarkan saya melalui pesan singkat mengatakan begitu bahagia mendapatkan kunci keahlian public speaking. Dapat mengetahui cara berbicara di depan umum, membuka presentasi, mengatasi grogi dan menyampaikan materi. “Akhirnya saya dapat presentasi seleksi mahasiswa berprestasi dengan lancar” katanya.

Akhir-akhir ini saya juga diminta untuk melatih public speaking untuk mahasiswa. Kali ini bukan untuk presentasi di dalam kelas, melainkan di alam terbuka. Ya lebih tepatnya adalah orasi atau kampanye. Ternyata, selain kesempatan yang telah dijabarkan diatas, kemampuan public speaking lainnya yg juga diperlukan pada kesempatan kegiatan mahasiswa adalah saat berorasi. Saya menjelaskan tips menyampaikan salam di awal acara, menyapa yang hadir, menyampaikan gagasan serta tips presentasi yang baik.

Sejujurnya, begitu banyak kesempatan dan peluang yang dapat diambil oleh mahasiswa. Kesempatan dan peluang itu akan mejadi lebih berkesan bila kita memolesnya dengan kemampuan mengetahui cara berbicara di depan orang banyak (public speaking). Selamat belajar, selamat menikmati.πŸ™‚

Pembicara Public Speaking | Tips Presentasi yang Baik

Tag

, , , , , ,

Pembicara Public Speaking akan berbagi kepada teman-teman mengenai tips presentasi yang baik. Tips ini dapat bermanfaat saat teman-teman diminta untuk menyampaikan materi, siap menjadi pembicara public speaking yang baik. Apakah itu di saat presentasi di bangku kuliah, perusahaan maupun saat mengajar di dalam kelas bagi seorang guru. Menjadi pembicara public speaking tentu sering kita jumpai.

Saat kita diminta untuk menjadi pembicara public speaking tentu kita mendapatkan rentang waktu untuk mempersiapkan materi. Mungkin sekitar 1 atau 2 minggu lamanya. Waktu yang telah ada tersebut alangkah baiknya kita pergunakan dengan sungguh-sungguh. Bukan hanya sekadar mengumpulkan materi, melainkan untuk latihan sebelum penampilan.

Materi apa yang akan kita sampaikan, bahan apa yang perlu kita persiapkan, kemudian dengan media apa materi tersebut akan kita sajikan.

Semuanya harus benar-benar digali & ditemukan demi kelancaran presentasi kita. Materi dan bahan yang dipersiapkan dapat kita cari di berbagai media informasi diantaranya buku, jurnal, internet, makalah maupun file-file penelitian dan pengkajian. Selanjutnya materi yang telah didapatkan kemudian dicermati dan didalami untuk penguasaan. Ini akan menjadi amunisi utama dalam kemampuan penguasaan materi.

Kemudian, tiba saatnya kita memilih media apa yang tepat untuk kita gunakan dalam penyajian, agar presentasi yang baik dapat kita dapatkan. Apakah media yang kita gunakan adalah powerpoint, flipchart, papan tulis atau ada penambahan alat peraga.

Hingga waktunya kita untuk latihan. Sisa waktu yang ada setelah kita mengumpulkan materi dan menempatkan dalam media kini saatnya kita untuk latihan. Bisa dilakukan di depan teman-teman, di depan cermin atau di kamar sendirian. Jelasnya, latihan harus kita lakukan agar mendapatkan presentasi yang baik. Dalam sebuah kalimat, seorang guru mengatakan “gagal dalam mempersiapkan sama dengan mempersiapkan kegagalan”.

Demikian penjelasan umum mengenai tips presentasi yang baik. Untuk lebih detail, nantikan tulisan berikutnya. Selamat menikmati..πŸ™‚

Public Speaking Jakarta | Komunikasi di Ibu Kota

Tag

, , , , ,

Public Speaking Jakarta adalah program yang sangat menantang. Sebuah program untuk melatih kemampuan public speaking di jantung negara, yaitu Jakarta. Program Public Speaking Jakarta sengaja disajikan bagi mereka yang berkomitmen untuk menguasai kemampuan public speaking, yaitu berbicara di depan umum. Sebagaimana kita ketahui bahwa Jakarta merupakan Ibu Kota yang sangat padat penduduk hingga menyebabkan persaingan yang ketat. Maka kehadiran Public Speaking Jakarta tentu sangat dinantikan banyak kalangan.

Public Speaking Jakarta tidak hanya menyajikan kemampuan berbicara di depan umum yang hanya sekadar berbicara. Melainkan kemampuan menyampaikan ide, gagasan atau sebuah penawaran yang harapannya dapat diterima oleh pendengar. Oleh sebab itu keahlian ini bukanlah sembarang keahlian, bukan pula keahlian yang dianggap sepele. Lebih-lebih dalam persaingan di Kota Jakarta yang terkenal sengit.

– Bagaimana cara mempersiapkan diri dan materi sebelum presentasi.

– Bagaimana cara meyakinkan saat kita menyampaikan gagasan.

– Bagaimana cara menyampaikan ide dengan menyenangkan.

– Bagaimana cara berbicara yang membuat pendengar fokus hingga selesai penyampaian.

Program ini dapat diberikan dalam bentuk private maupun publik. Pertemuan yang dilakukan dapat dalam waktu yang berkala ataupun sekali pertemuan saja. Public Speaking di Jakarta akan memberikan tips-tips dan cara-cara serta simulasi tampil yang kemudian di evaluasi bersama. Kami akan bimbing Anda hingga menguasainya.πŸ™‚

Cara Presentasi yang Baik | Mengatasi Gemetaran

Tag

, , , , , , , , , , ,

“Mas Maliki, kalau saya maju didepan umum (public speaking) itu seluruh badan saya gemetaran mas, terutama tangan dan kaki, bagaimana cara mengatasinya mas?”

Pertanyaan ini cukup sering saya temukan dalam beberapa training public speaking. Sebuah ketakutan yang sering menghinggapi para pembicara saat tampil didepan umum.

Gemetaran pada bagian anggota tubuh merupakan salahsatu alasan yang menjadikan ketakutan bagi banyak pembicara. Beberapa bagian anggota tubuh bergerak refleks hingga menyebabkan diri kita menjadi tidak percaya diri.

Beberapa organ tubuh yang sering bergerak/gemetar diantaranya adalah jemari tangan, jemari kaki dan pada bagian lutut kita. Bukan hanya itu, detak jantung pun semakin mendekati jadwal tampil semakin berdetak dengan cepat dan keras. Hingga teman disebelah kita dapat mendengar detak jantung tersebut.πŸ™‚

Hormon-hormon dalam tubuh pun ikut bereaksi dengan cepat hingga mengeluarkan keringat yang bercucuran. Pada bagian kening, leher dan telapak tangan terlihat basah hingga nafas seperti tersengal-sengal.

Komplit sudah kejadian diatas, biasanya hadir dalam menjelang detik-detik saat tampil, iya kan? Hayooo siapa diantara kita yang seperti demikian?πŸ™‚

Begini teman, perlu saya sampaikan terlebih dahulu bahwa “gemetaran” itu adalah sesuatu yang wajar dan manusiawi. Kejadian tersebut normal bagi kita manusia. Hal itu dikarenakan proses “gemetaran” merupakan respon dari anggota tubuh kita terhadap kondisi yang akan kita hadapi. Setiap kita merasakannya, termasuk saya. Hanya saja, bagaimana cara mengontrolnya itu lah yang membedakan satu diantara yang lain.

Nah, seperti apa respon itu sendiri merupakan pilihan kita yang dapat kita kontrol secara pribadi, bukan orang lain, betul apa betul? πŸ™‚

Begini teman, kalau kita boleh jujur, gemetaran yang terjadi pada anggota tubuh kita akan semakin kencang dan besar seiring dengan minimnya persiapan kita dalam penguasaan materi dan pikiran kita.

Saya teringat saat saya memberikan sebuah training di Universitas Muhammadiyah Purwokerto beberapa hari yang lalu. Pada awalnya panitia mengatakan bahwa peserta hanya sekitar 200 orang. Maka diawal persiapan saya telah latihan dan membayangkan berjalannya kegiatan dengan jumlah peserta yang demikian.

Namun pada hari H pelaksanaan ternyata yang hadir berjumlah 500 orang. Kejadian ini merupakan kejutan bagi saya dan seluruh panitia. Juga merupakan peyulut bagi tubuh saya menjadi gemetaran.πŸ™‚

Mungkin teman-teman juga pernah merasakan demikian. Saat-saat ingin tampil, timbul perasaan dan pemikiran negatif dalam diri kita yang mengakibatkan tubuh memberikan respon gemetaran yang tidak normal. Pemikiran tersebut seperti:

“Wah, nanti kalau ditertawakan bagaimana ya?”

“Kalau nanti lupa harus seperti apa ya?”

“Jika ada yang bertanya dan saya tidak dapat menjawab bagaimana ya?”

Hingga semakin lama semakin membuat kita gemetaran, iya kan?πŸ™‚

=======================

Teman-teman yang saya banggakan. Beberapa waktu sebelum kita tampil didepan umum (public speaking) sempatkanlah untuk ke kamar kecil/belakang. Lakukan gerakan-gerakan olahraga ringan seperti lompat-lompat, merenggangkan tangan atau push up.πŸ™‚

Gerakan-gerakan pemanasan tersebut berguna sekali untuk mengurangi gemetaran yang ada dalam anggota tubuh kita. Disamping itu, mulailah menata fikiran kita bahwa KITA TAMPIL UNTUK MENYAMPAIKAN SESUATU YANG BENAR & BAIK MAKA HARUS SUKSES. Oleh karena itu percayalah bahwa ini merupakan kesempatan yang harus berjalan dengan tenang, lancar dan barokah.πŸ™‚

Selanjutnya, ingat kembali persiapan yang telah kita lakukan. Mengumpulkan materi, latihan dirumah, menghafal berbagai dalil dan fakta serta mengulang-ulang dihadapan teman-teman. Tentu kita tidak ingin menyia-nyiakan persiapan yang telah kita lakukan selama ini, iya kan?πŸ™‚

Kemudian, tata kembali hati kita dilanjutkan dengan mengucapkan bismillah..πŸ™‚

Melangkahlah kedepan… Selamat menikmati..πŸ™‚

Cara Bicara di Depan Umum | Mengatasi Lupa

Tag

, , , , , , , , , , ,

Teman-teman sekalian, pada pembahasan ini saya ingin menjelaskan mengenai ketakutan dalam public speaking selanjutnya. Setelah yang pertama kita bahas (ditertawakan saat tampil), ketakutan kedua yang kerap menjadi alasan kebanyakan kita adalah lupa.

Banyak diantara kita mencoba untuk menghindar dari kesempatan untuk tampil didepan umum (public speaking) dengan alasan takut ntar didepan malah lupa apa yang akan disampaikan. Khawatir bahwa apa yang telah dipersiapkan sebelum penampilan menjadi lupa saat telah berdiri didepan panggung.

Hayooooo.. Siapa diantara kita yang berasalan demikian?πŸ™‚

Baik teman-teman sekalian. Benar sekali bahwa ketika kita tampil didepan, keadaan lupa terkadang akan muncul dari dalam diri kita. Saya akui terkadang itu juga hadir pada diri saya dalam keadaan tertentu. Kejadian itu dikarenakan beberapa hal yang mungkin teman-teman juga pernah mengalaminya, diantaranya karena grogi yang berlebihan, konsentrasi yang terganggu oleh teman/pendengar atau memang kita belum benar-benar serius untuk mengingatnya.πŸ™‚

Begini teman, apakah Anda pernah mendengar kalimat “bisa, ala biasa” kan?

Ngerti maksudnya kan? Maksudnya yaitu apapun yang kita inginkan akan dapat menjadi mahir apabila telah menjadi kebiasaan.

Nah, kondisi lupa yang dikarenakan berbagai alasan tadi tentu dapat kita selesaikan permasalahannya. Jika itu karena gangguan oleh teman/peserta ya cukup kita beritahu untuk selanjutnya agar lebih tertib dan menjaga ketenangan, iya toh? πŸ™‚

Namun, untuk alasan lupa yang dikarenakan grogi dan belum benar-benar serius untuk diingat ya itu dia solusinya, yaitu BISA, ALA BIASA.πŸ™‚

Jika sebelum tampil kita mempersiapkan dengan serius. Melatih diri berulang kali. Mencoba menghafal data-data penting yang harus tersampaikan. Maka kondisi lupa akan terminimalisir terjadi. Kalau masih juga terjadi lupa saat penampilan, tentu akan menjadi evaluasi bagi kita untuk kedepannya benar-benar lebih semangat dan serius dalam persiapan dan latihannya.

Kalaupun juga setelah kita serius dan terus berlatih kita juga sering lupa ya bersabarlah, karena memang manusia tempatnya salah dan lupa, ok?πŸ™‚

Yang jelas, apapun kondisinya, untuk mengurangi resiko kondisi lupa maka solusinya adalah dengan cara mengoptimalkan persiapan. Sebagaimana nasehat dari para guru pembicara public speaking yang ada:

“Gagal dalam persiapan sama dengan mempersiapkan kegagalan”

Selamat menikmati…:)

Cara Bicara yang Baik | Menepis Kekhawatiran Ditertawakan

Tag

, , , , , , , , , , ,

Sebagaimana diketahui, hampir setiap kita membutuhkan kemampuan Public Speaking. Sebuah keahlian berbicara didepan umum. Tentu, tidak hanya sekedar berbicara, namun dengan segala upaya setiap gagasan yang kita sampaikan dapat diterima. Apakah itu bagi seorang pengusaha, pengajar maupun pelajar.

Hanya saja, masih terdapat beberapa ketakutan yang tidak mendasar yang menjangkiti sebagian orang dalam public speaking, diantaranya adalah takut ditertawakan saat tampil.

Saya teringat, dalam sebuah pelatihan yang saat itu pesertanya adalah pelajar sekolah menengah pertama. Diakhir sesi, saya ingin meminta salah seorang peserta untuk maju kedepan menyampakan kesimpulan:

“siapa diantara teman-teman yang bersedia untuk tampil didepan?”

Tak satupun yang mengangkat tangan sebagai tanda bersedia. Pertanyaanpun saya tambah dengan penggalan penawaran menarik:

“bagi yang bersedia akan saya beri hadiah”

Malah peserta yang saling menoleh dan tertawa. Satupun tidak ada yang bersedia untuk maju berbicara didepan umum (public speaking) untuk menyampaikan kesimpulan. Lantas saya bertanya:

“kenapa teman-teman tidak ada yang bersedia?”

Merekapun menjawab dengan serentak:

“maluuuuuuu…ntar ditertawakan teman-temaaaannnn”

==========================

Sahabat sekalian, saya mengerutkan kening kemudian bertanya. Bukan hanya kepada peserta yang masih duduk di sekolah menengah pertama tersebut. Namun saya juga bertanya kepada Anda yang tengah membaca tulisan ini. Karena saya percaya mungkin ada orang disekitar kita yang sama persis beralasan seperti diatas.Β Pertanyaan saya adalah:

“terus, kalau ditertawakan saat public speaking, memangnya kenapa???????”

Sahabat sekalian, terkadang kita aneh dengan diri kita sendiri. Sebuah ketakutan yang tidak mendasar telah menjadikan kita terhenti untuk menggali potensi. Ayo coba jawab pertanyaan saya diatas, memangnya kenapa kalau ditertawakan?

Apakah kita langsung terserang penyakit jantung?

Apakah kita jatuh miskin harta dan miskin ilmu karena ditertawakan?

Apakah kita menjadi seseorang yang hina saat demikian?

Jika jawabannya tidak, lantas apa yang membuat kita malu untuk ditertawakan teman, betul apa betul?πŸ™‚

Paling-paling disaat kita ditertawakan adalah hati & muka kita merasa malu dihadapan teman-teman, ya toh?

Kalau hanya sekedar itu saja, kenapa kita harus berhenti untuk tampil dalam public speaking?

Tahukah Anda, disaat kita ditertawakan oleh teman-teman kita, itu adalah langkah pertama bagi kita untuk dikenal oleh khalayak ramai. Selanjutnya, perlu difahami adalah mereka yang tertawa belum tentu memiliki keberanian untuk tampil sebagaimana Anda telah mengambil langkah konkrit. Kemudian percayalah, ketika kita tampil dengan niat ikhlas untuk menuntut ilmu, maka semua akan menjadi tabungan disaat kita berhadapan kepada-Nya, betul apa betul?πŸ™‚

So, tidak ada lagi alasan malu ditertawakan saat public speaking menghambat kita untuk tampil, otreeeeπŸ™‚

Selamat menikmati…..

Cara Bicara di Depan Orang Banyak | Public Speaking Itu (Masih) Penting

Belum lagi guru Sejarah itu memasuki ruang kelas, murid-murid sudah merasa malas & tidak bersemangat untuk mengikuti pembelajaran. Bukan karena pelajarannya yang membosankan, bukan pula dikarenakan tidak pentingnya pelajaran tersebut, melainkan guru yang mengajar tidak mengasyikkan. Tampil didepan kelas dengan intonasi suara yang datar-datar saja, mimik wajah yang seolah tidak ada kesan dalam sejarah ditambah dengan suara yang begitu sulit untuk didengar. Kondisi ini tidak terjadi hanya pada guru Sejarah saja, beberapa guru yang mengajar di mata pelajaran yang lain juga demikian. Baik itu pelajaran bahasa indonesia, sosilogi maupun matematika.

“Sudahlah pelajarannya sulit, ditambah lagi dengan guru yang tidak mengasyikkan cara mengajarnya”Β ujar seorang murid.

Jika kita jujur pada keadaan yang ada, maka kita berani untuk mengatakan bahwa kondisi diatas begitu gampang dan banyak kita temukan, betul apa betul?

Bukankah pendidikan sangat penting bagi generasi kita? Ya, betul sekali. Oleh sebab itu kemampuan Public Speaking harus benar-benar menjadi perhatian khusus jua bagi kita semua.

Belum lagi jika kita melihat fenomena khutbah Jum’at. Bagi lelaki yang beragama muslim tentu sangat tahu persis aktivitas ini. Fenomena yang dominan terjadi adalah para jama’ah yang tertidur lebih banyak daripada yang khusyu’ mendengar dan melihat khotib yang tengah berceramah.

Bukankah khutbah jum’at wajib untuk disimak dengan khidmat? Ya, betul sekali. Oleh sebab itu kemampuan Public Speaking harus benar-benar menjadi perhatian khusus jua bagi kita semua.

Bagaimana dalam dunia bisnis, kesehatan, sosial masyarakat dan lainnya? Tentu, kita akan mengatakan Public Speaking Itu (Masih) Penting.πŸ™‚

Cara Bicara yang Sopan | Public Speaking Itu Penting

Tag

, , , , , , , , , , ,

Seberapa pentingkah mengetahui cara menjadi seorang Pembicara Public Speaking yang handal? Mari kita simak kisah menarik dibawah ini, semoga bermanfat.

Suatu kesempatan di sebuah Desa di Provinsi Jawa Timur mengundang seorang pembicara untuk memberikan ceramah dalam sebuah kegiatan akbar. Pembahasan yang disampaikan begitu penting bagi kebangkitan warga Desa sekitar. Hanya saja dikarenakan penyampaian materi yang tidak begitu mengasyikkan, maka warga Desa begitu sulit menangkap maksud sang pembicara. Warga sekitar banyak yang mengantuk dan tidak memperhatikan hingga berkomentar “keduhuren mas bahasane, gayane monoton” (ketinggian bahasanya mas, pematerinya monoton).

Pada kesempatan lain, pembicara lain pun menjadi pilihan dari panitia untuk memberikan materi pada Desa yang sama. Kali ini, sang pembicara dikenal dengan gaya kocak dan leluconnya saat menyampaikan materi. Kegiatan berjalan dengan begitu lancar dan penuh sorak tawa. Seusai memberikan ‘pencerahan‘ warga pun berkomentar dengan sumringah “wenak tenan mas, pematerine luocu tenan, koyok pelawak nang TV”Β (enak sekali mas, pematerinya lucu banget, seperti pelawak di TV).

Pada kisah diatas menunjukkan bahwa dengan materi yang sama-sama penting dihasilkan dua jenis output yang sama (sama-sama tidak tepat sasaran) dan dua kasus yang berbeda. Padahal hasil yang diinginkan oleh siapapun yang menyampaikan materi adalah para pendengar (audien) dapat mencerna dan memahami setiap materi yang disampaikan, betul apa betul?

Namun, pemateri pertama dikarenakan tidak menguasai teknik penyampaian materi (delivery) serta mengelola audien maka materi yang disampaikan menjadi monoton dan tidak mengasyikkan bagi audien. Sehingga banyak audien yang mengantuk dan merasa bosan. Kejadian ini juga sering kita temui di dunia formal seperti seminar, training, workshop dan termasuk dalam dunia belajar mengajar di kelas. Lain hal nya pada pemateri kedua, dikarenakan keasyikan baginya untuk membuat lelucon, malah materi inti yang menjadi tujuan utama akhirnya terkaburkan. Audien lebih mengingat guyonan yang diberikan ketimbang konten inti dari materi. Jika begini yang terjadi kenapa tidak mengundang dagelan saja sekalian, betul apa betul? πŸ™‚

Padahal, penelitian membuktikan bahwa 83% pendengar atau konsumen, mengambil dan membeli sesuatu dikarenakan kemahiran para pembicara atau penjualnya dalam menyampaikan atau menawarkan, asyik apa asyik?πŸ™‚

Maka, latihlah kemampuan Public Speaking kita selalu. Selamat menikmati.πŸ™‚

Cara Bicara yang Menarik | Filosofi Berkendara dalam Public Speaking

Tag

, , , , , , , , , , ,

Siapa diantara kita yang berangkat menuju kampus atau kantor dengan berjalan kaki? Mari kita perhatikan, apakah berjalan kaki membutuhkan skill yang cukup rumit? Tentu jawabannya adalah tidak. Kita hanya membutuhkan energi untuk dapat mengayunkan kaki & berhati-hati dalam mengambil langkah. Namun bagaimana jika kita ingin mengendarai sepeda motor menuju kantor? Jelas sekali bahwa untuk dapat mengendarai sepeda motor kita harus memahami beberapa skill yang jauh berbeda & cukup banyak dibandingkan dengan sekadar berjalan kaki. Lebih kurang kita harus menghafal 10 panel fungsi dan skill dalam penggunaan sepeda motor, betul apa betul? Ada kopling, starter, rem depan, rem belakang, lampu jauh dan sebagainya. Mengetahui tombol-tombol dan teori bagaimana mengendarai sepeda motor bukanlah secara otomatis kita dapat langsung mengendarai sepeda motor, iya kan? Setelah kita tahu & hafal teorinya tibalah saatnya kita untuk action atau mengambil langkah pertama berkendara, siap?πŸ™‚

Pengalaman pertama mengendarai sepeda motor pun kita laksanakan. Ada diantara kita yang menabrak pohon, pagar atau masuk ke selokan. Namun ada juga yang selamat dengan penuh kehati-hatian. Tentu bagi kita yang menabrak itu bukanlah menjadikan kita berputus asa & tidak melanjutkan latihan. Jika kita berhenti berlatih, maka jelas sudah sampai hari ini kita tidak akan dapat mengendarai sepeda motor. Bagi yang pengalaman pertamanya tidak tabrakan juga tidaklah menjadikan kita merasa bangga dan merasa puas begitu saja. Karena kemahiran dalam mengendarai sepeda motor dibutuhkan jam terbang tinggi dengan pengulangan latihan. Hal itu diupayakan untuk menghilangkan ketakutan atau kaku hingga kita benar-benar mahir berkendara, are you ready?πŸ™‚

Setelah sekian lama mengendarai sepeda motor, kita berniat untuk dapat mengendarai mobil roda empat. Ini dikarenakan kebutuhan yang mengharuskan kita dengan mobilitas yang tinggi. Sebagaimana pertanyaan di atas, apakah skill yang dibutuhkan dalam mengendarai sepeda motor sama dengan skill dalam mengendarai mobil? Tentu semua kita sepakat, jawabannya adalah tidak sama. Dibutuhkan lebih kurang 30 panel fungsi dan skill dalam mengendarai mobil, lebih banyak ketimbang sepeda motor. Ada spion kiri, spion kanan, rem tangan, kopling di kaki, mengendalikan bodi mobil saat belok kiri maupun kanan dan sebagainya. Tidak hanya sekadar menghafal tombol & fungsinya, melainkan langsung praktik untuk pertama kali hingga akhirnya mahir. Sebagaimana awal mengendarai sepeda motor, saat mengendarai mobil di awal pertama kali tentu jantung kita berdetak kencang & diri menjadi takut karena belum terbiasa. Namun kenikmatan mengendarai mobil dengan fasilitas AC, kecepatan yang dapat membantu pekerjaan, tidak terkena panas dan hujan serta kemudahan lainnya akan kita dapatkan setelah kita terus mengulang latihan hingga kita benar-benar mahir mengendarai mobil. Lebih-lebih jika kita juga telah dapat mengendarai pesawat terbang dengan begitu mahir. Jelas sekali ini jauh lebih banyak & rumit lagi namun kenikmatan & kelebihannya juga berbanding lurus, betul apa betul?πŸ™‚

Apa hubungan semua ini dengan Public Speaking ya? Mari kita cerna bersama-sama.

Setiap kita memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, betul apa betul? Hanya saja, setiap kita berada pada level kemampuan yang berbeda-beda. Ada diantara kita yang sudah mahir berkomunikasi dengan lancar dan memukau, namun ada diantara kita pula yang masih memiliki ketakutan yang sangat tinggi hingga mengganggu komunikasi yang ada. Ada diantara kita yang tingkat kemahirannya seperti hal nya telah dapat mengendarai pesawat. Mengetahui begitu banyak teori & ilmu Public Speaking sehingga dalam kondisi apapun ia siap untuk tampil. Ada pula yang tingkat kemahirannya seperti telah dapat mengendarai mobil, kemampuan yang berada diposisi dibawah pengendara pesawat dan diatas pengendara sepeda motor. Namun tak sedikit juga diantara kita ada yang tingkat komunikasinya masih seperti pejalan kaki, betul apa betul?Β πŸ™‚

Lantas, bagaimana dengan kita? Pada kendaraan manakah posisi kita dalam Public Speaking? Pengendara pesawat terbang, mobil, sepeda motor atau pejalan kaki? Sudahkah kita mengenal tombol-tombol dan melatihnya berulang kali? Selamat menikmati.πŸ™‚