Belum lagi guru Sejarah itu memasuki ruang kelas, murid-murid sudah merasa malas & tidak bersemangat untuk mengikuti pembelajaran. Bukan karena pelajarannya yang membosankan, bukan pula dikarenakan tidak pentingnya pelajaran tersebut, melainkan guru yang mengajar tidak mengasyikkan. Tampil didepan kelas dengan intonasi suara yang datar-datar saja, mimik wajah yang seolah tidak ada kesan dalam sejarah ditambah dengan suara yang begitu sulit untuk didengar. Kondisi ini tidak terjadi hanya pada guru Sejarah saja, beberapa guru yang mengajar di mata pelajaran yang lain juga demikian. Baik itu pelajaran bahasa indonesia, sosilogi maupun matematika.

“Sudahlah pelajarannya sulit, ditambah lagi dengan guru yang tidak mengasyikkan cara mengajarnya” ujar seorang murid.

Jika kita jujur pada keadaan yang ada, maka kita berani untuk mengatakan bahwa kondisi diatas begitu gampang dan banyak kita temukan, betul apa betul?

Bukankah pendidikan sangat penting bagi generasi kita? Ya, betul sekali. Oleh sebab itu kemampuan Public Speaking harus benar-benar menjadi perhatian khusus jua bagi kita semua.

Belum lagi jika kita melihat fenomena khutbah Jum’at. Bagi lelaki yang beragama muslim tentu sangat tahu persis aktivitas ini. Fenomena yang dominan terjadi adalah para jama’ah yang tertidur lebih banyak daripada yang khusyu’ mendengar dan melihat khotib yang tengah berceramah.

Bukankah khutbah jum’at wajib untuk disimak dengan khidmat? Ya, betul sekali. Oleh sebab itu kemampuan Public Speaking harus benar-benar menjadi perhatian khusus jua bagi kita semua.

Bagaimana dalam dunia bisnis, kesehatan, sosial masyarakat dan lainnya? Tentu, kita akan mengatakan Public Speaking Itu (Masih) Penting.🙂