Tag

, , , , , , , , , , ,

Sebagaimana diketahui, hampir setiap kita membutuhkan kemampuan Public Speaking. Sebuah keahlian berbicara didepan umum. Tentu, tidak hanya sekedar berbicara, namun dengan segala upaya setiap gagasan yang kita sampaikan dapat diterima. Apakah itu bagi seorang pengusaha, pengajar maupun pelajar.

Hanya saja, masih terdapat beberapa ketakutan yang tidak mendasar yang menjangkiti sebagian orang dalam public speaking, diantaranya adalah takut ditertawakan saat tampil.

Saya teringat, dalam sebuah pelatihan yang saat itu pesertanya adalah pelajar sekolah menengah pertama. Diakhir sesi, saya ingin meminta salah seorang peserta untuk maju kedepan menyampakan kesimpulan:

“siapa diantara teman-teman yang bersedia untuk tampil didepan?”

Tak satupun yang mengangkat tangan sebagai tanda bersedia. Pertanyaanpun saya tambah dengan penggalan penawaran menarik:

“bagi yang bersedia akan saya beri hadiah”

Malah peserta yang saling menoleh dan tertawa. Satupun tidak ada yang bersedia untuk maju berbicara didepan umum (public speaking) untuk menyampaikan kesimpulan. Lantas saya bertanya:

“kenapa teman-teman tidak ada yang bersedia?”

Merekapun menjawab dengan serentak:

“maluuuuuuu…ntar ditertawakan teman-temaaaannnn”

==========================

Sahabat sekalian, saya mengerutkan kening kemudian bertanya. Bukan hanya kepada peserta yang masih duduk di sekolah menengah pertama tersebut. Namun saya juga bertanya kepada Anda yang tengah membaca tulisan ini. Karena saya percaya mungkin ada orang disekitar kita yang sama persis beralasan seperti diatas. Pertanyaan saya adalah:

“terus, kalau ditertawakan saat public speaking, memangnya kenapa???????”

Sahabat sekalian, terkadang kita aneh dengan diri kita sendiri. Sebuah ketakutan yang tidak mendasar telah menjadikan kita terhenti untuk menggali potensi. Ayo coba jawab pertanyaan saya diatas, memangnya kenapa kalau ditertawakan?

Apakah kita langsung terserang penyakit jantung?

Apakah kita jatuh miskin harta dan miskin ilmu karena ditertawakan?

Apakah kita menjadi seseorang yang hina saat demikian?

Jika jawabannya tidak, lantas apa yang membuat kita malu untuk ditertawakan teman, betul apa betul?🙂

Paling-paling disaat kita ditertawakan adalah hati & muka kita merasa malu dihadapan teman-teman, ya toh?

Kalau hanya sekedar itu saja, kenapa kita harus berhenti untuk tampil dalam public speaking?

Tahukah Anda, disaat kita ditertawakan oleh teman-teman kita, itu adalah langkah pertama bagi kita untuk dikenal oleh khalayak ramai. Selanjutnya, perlu difahami adalah mereka yang tertawa belum tentu memiliki keberanian untuk tampil sebagaimana Anda telah mengambil langkah konkrit. Kemudian percayalah, ketika kita tampil dengan niat ikhlas untuk menuntut ilmu, maka semua akan menjadi tabungan disaat kita berhadapan kepada-Nya, betul apa betul?🙂

So, tidak ada lagi alasan malu ditertawakan saat public speaking menghambat kita untuk tampil, otreeee🙂

Selamat menikmati…..