Tag

, , , , , , , , , , ,

“Mas Maliki, kalau saya maju didepan umum (public speaking) itu seluruh badan saya gemetaran mas, terutama tangan dan kaki, bagaimana cara mengatasinya mas?”

Pertanyaan ini cukup sering saya temukan dalam beberapa training public speaking. Sebuah ketakutan yang sering menghinggapi para pembicara saat tampil didepan umum.

Gemetaran pada bagian anggota tubuh merupakan salahsatu alasan yang menjadikan ketakutan bagi banyak pembicara. Beberapa bagian anggota tubuh bergerak refleks hingga menyebabkan diri kita menjadi tidak percaya diri.

Beberapa organ tubuh yang sering bergerak/gemetar diantaranya adalah jemari tangan, jemari kaki dan pada bagian lutut kita. Bukan hanya itu, detak jantung pun semakin mendekati jadwal tampil semakin berdetak dengan cepat dan keras. Hingga teman disebelah kita dapat mendengar detak jantung tersebut.πŸ™‚

Hormon-hormon dalam tubuh pun ikut bereaksi dengan cepat hingga mengeluarkan keringat yang bercucuran. Pada bagian kening, leher dan telapak tangan terlihat basah hingga nafas seperti tersengal-sengal.

Komplit sudah kejadian diatas, biasanya hadir dalam menjelang detik-detik saat tampil, iya kan? Hayooo siapa diantara kita yang seperti demikian?πŸ™‚

Begini teman, perlu saya sampaikan terlebih dahulu bahwa “gemetaran” itu adalah sesuatu yang wajar dan manusiawi. Kejadian tersebut normal bagi kita manusia. Hal itu dikarenakan proses “gemetaran” merupakan respon dari anggota tubuh kita terhadap kondisi yang akan kita hadapi. Setiap kita merasakannya, termasuk saya. Hanya saja, bagaimana cara mengontrolnya itu lah yang membedakan satu diantara yang lain.

Nah, seperti apa respon itu sendiri merupakan pilihan kita yang dapat kita kontrol secara pribadi, bukan orang lain, betul apa betul? πŸ™‚

Begini teman, kalau kita boleh jujur, gemetaran yang terjadi pada anggota tubuh kita akan semakin kencang dan besar seiring dengan minimnya persiapan kita dalam penguasaan materi dan pikiran kita.

Saya teringat saat saya memberikan sebuah training di Universitas Muhammadiyah Purwokerto beberapa hari yang lalu. Pada awalnya panitia mengatakan bahwa peserta hanya sekitar 200 orang. Maka diawal persiapan saya telah latihan dan membayangkan berjalannya kegiatan dengan jumlah peserta yang demikian.

Namun pada hari H pelaksanaan ternyata yang hadir berjumlah 500 orang. Kejadian ini merupakan kejutan bagi saya dan seluruh panitia. Juga merupakan peyulut bagi tubuh saya menjadi gemetaran.πŸ™‚

Mungkin teman-teman juga pernah merasakan demikian. Saat-saat ingin tampil, timbul perasaan dan pemikiran negatif dalam diri kita yang mengakibatkan tubuh memberikan respon gemetaran yang tidak normal. Pemikiran tersebut seperti:

“Wah, nanti kalau ditertawakan bagaimana ya?”

“Kalau nanti lupa harus seperti apa ya?”

“Jika ada yang bertanya dan saya tidak dapat menjawab bagaimana ya?”

Hingga semakin lama semakin membuat kita gemetaran, iya kan?πŸ™‚

=======================

Teman-teman yang saya banggakan. Beberapa waktu sebelum kita tampil didepan umum (public speaking) sempatkanlah untuk ke kamar kecil/belakang. Lakukan gerakan-gerakan olahraga ringan seperti lompat-lompat, merenggangkan tangan atau push up.πŸ™‚

Gerakan-gerakan pemanasan tersebut berguna sekali untuk mengurangi gemetaran yang ada dalam anggota tubuh kita. Disamping itu, mulailah menata fikiran kita bahwa KITA TAMPIL UNTUK MENYAMPAIKAN SESUATU YANG BENAR & BAIK MAKA HARUS SUKSES. Oleh karena itu percayalah bahwa ini merupakan kesempatan yang harus berjalan dengan tenang, lancar dan barokah.πŸ™‚

Selanjutnya, ingat kembali persiapan yang telah kita lakukan. Mengumpulkan materi, latihan dirumah, menghafal berbagai dalil dan fakta serta mengulang-ulang dihadapan teman-teman. Tentu kita tidak ingin menyia-nyiakan persiapan yang telah kita lakukan selama ini, iya kan?πŸ™‚

Kemudian, tata kembali hati kita dilanjutkan dengan mengucapkan bismillah..πŸ™‚

Melangkahlah kedepan… Selamat menikmati..πŸ™‚