Tag

, , , , , , , , , ,

Pelatihan Public Speaking diberikan kepada berbagai kalangan. Mulai kepada para guru, karyawan perusahaan, hingga calon pengusaha. Tak terlepas pelatihan public speaking juga diberikan untuk mahasiswa. Semua kita tahu, bahwa saat duduk di bangku kuliah seorang mahasiswa sangat sering mendapatkan kesempatan untuk tampil mempresentasikan hasil kerja kelompok atau penelitian. Hanya saja, apa yang sering kita jumpai saat tiba waktunya untuk presentasi? Iya, yang sering terjadi adalah saling tolak menolak bila diminta untuk menjadi pembicara utama.

Pelatihan Public Speaking yang diadakan belakangan ini untuk mahasiswa ternyata juga bukan hanya bermanfaat saat perkuliahan. Melainkan juga terdapat begitu banyak kesempatan yang membutuhkan keahlian public speaking. Diantaranya adalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres), Program Mahasiwa Wirausaha (PMW) serta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Semua kegiatan ini adalah free alias gratis yang diberikan kampus kepada mahasiswa yang berani aktif untuk mengambil kesempatan dan tantangan.

Tentu, program-program diatas tersebut membutuhkan keahlian public speaking. Karena hampir sebagian dari totalitas masing-masing kegiatan didominasi aktivitas menyampaikan gagasan di depan umum. Oleh sebab itu, public speaking untuk mahasiswa juga harus ditingkatkan. Lebih-lebih saat ini begitu banyak kita saksikan masih banyak yang takut dan grogi untuk tampil di depan umum.

Saya teringat ketika memberikan pelatihan public speaking di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sedikitnya 500 peserta lebih menghadiri acara yang dibuka oleh Bapak Anjar Nugroho, S.Ag., M.S.I selaku Wakil Rektor III tersebut. Setelah beberapa minggu kemudian salah seorang mahasiswa mengabarkan saya melalui pesan singkat mengatakan begitu bahagia mendapatkan kunci keahlian public speaking. Dapat mengetahui cara berbicara di depan umum, membuka presentasi, mengatasi grogi dan menyampaikan materi. “Akhirnya saya dapat presentasi seleksi mahasiswa berprestasi dengan lancar” katanya.

Akhir-akhir ini saya juga diminta untuk melatih public speaking untuk mahasiswa. Kali ini bukan untuk presentasi di dalam kelas, melainkan di alam terbuka. Ya lebih tepatnya adalah orasi atau kampanye. Ternyata, selain kesempatan yang telah dijabarkan diatas, kemampuan public speaking lainnya yg juga diperlukan pada kesempatan kegiatan mahasiswa adalah saat berorasi. Saya menjelaskan tips menyampaikan salam di awal acara, menyapa yang hadir, menyampaikan gagasan serta tips presentasi yang baik.

Sejujurnya, begitu banyak kesempatan dan peluang yang dapat diambil oleh mahasiswa. Kesempatan dan peluang itu akan mejadi lebih berkesan bila kita memolesnya dengan kemampuan mengetahui cara berbicara di depan orang banyak (public speaking). Selamat belajar, selamat menikmati.🙂